Komputer / Komputer / Tutorial / Manajemen Memori dan Optimasi Performa Linux jadi Maksimal

Manajemen Memori dan Optimasi Performa Linux jadi Maksimal

optimasi performa linuxTidak hanya Windows saja yang apabila sudah semakin lama digunakan menjadi terasa lambat, di linux juga terjadi hal seperti ini apalagi dengan RAM yang kecil dan Harddisk yang minimalis. Ini semua bisa diatasi dengan beberapa langkah optimasi performa linux agar kembali segar. Kecilnya RAM yang digunakan sering kali menjadi kambing hitam penyebab menurunnya kinerja komputer yang dirasa kurang optimal. Padahal faktor lain juga ikut mempengaruhi seperti banyaknya start up dan background proses yang padat.

Yang lebih menyebalkan lagi adalah RAM yang ditanam pada Komputer sudah besar katakanlah 5GB namun tidak bisa membantu meningkatkan optimasi performa linux jadi maksimal. Bagaimana kalu kita belajar sedikit tentang manajemen memori agar lebih mudah dalam menerapkan optimalisasi nantinya.

Pada bagian ini kita akan memaksimalkan penggunaan RAM dengan memanfaatkan SWAP. Swap adalah bagian dari partisi harddisk yang digunakan sebagai memori virtual, membuat area swap biasanya dilakukan ketika menginstall linux dan besarnya ukuran swap ini tidak lebih dari 1GB untuk yang menggunakan RAM diatas 2GB dan yang kurang dari 2GB partisi swap biasanya dibuat 2x dari besarnya RAM. Dan tidak ada ketentuan pasti dalam pembuatan swap ini, perhitungkan juga partisi untuk penyimpanan data dan sistem.

Swap digunakan ketika RAM sudah tidak lagi cukup ruang kosong untuk menangani proses yang aktif, ketika proses yang aktif semakin banyak maka beberapa proses akan dipindah dari RAM ke swap berdasarkan prioritasnya. Karena kecepatan swap ini tidak bisa menyamai kecepatan proses pada RAM maka apabila semakin banyak swap terpakai tentu akan mempengaruhi sistem akan semakin melambat.

Untuk mengatasi hal tersebut kita telah disediakan parameter swappiness untuk mengendalikan pemindahan proses oleh kernel dari RAM ke swap.

Nilai pada swappiness antara 0 sampai 100, yang nilai itu akan menginformasikan kepada kernel kapan harus memindahkan proses aktif dari RAM ke swap. Semakin tinggi nilai pada swappiness maka kernel akan semakin agresif untuk memindahkan proses ke swap. Secara default nilai yang diberikan pada swappiness adalah 60. Anda bisa melihat menggunakan terminal nilai swappiness yang sudah diberikan menggunakan perintah

cat /proc/sys/vm/swappiness

Apabila nilainya 60 maka kita akan mengecilkan nilai itu dengan perintah

sudo sysctl vm.swappiness=10

Namun perintah diatas hanya mengubah nilai swappiness untuk sementara saja, ketika komputer restart atau kembali dihidupkan maka nilai pada swappiness akan kembali seperti semula. Namun ini juga berguna agar kita bisa mencoba terlebih dahulu. Dan perintah untuk mengubah nilai swappiness secara permanen adalah

sudo nano /etc/sysctl.conf

cari baris vm.swappiness dan ganti angkanya dengan 10, lalu ctrl+w untuk menyimpan dan ctrl+x untuk keluar dari nano. Nano bisa kita ganti dengan gedit kalau saja dikomputer anda tidak terinstall editor nano. Untuk merasakan hasilnya bisa reboot komputer linux Anda.

Selanjutnya kita akan menonaktifkan beberapa aplikasi autostart, bisa kita lihat aplikasi autostart yang ada didalam folder /etc/xdg/autostart tampilan seperti linux debian saya

 [email protected]:~$ sudo sysctl vm.swappiness=80
 vm.swappiness = 80
 [email protected]:~$ ls /etc/xdg/autostart
 at-spi-dbus-bus.desktop nm-applet.desktop
 caribou-autostart.desktop notification-daemon.desktop
 evolution-alarm-notify.desktop orca-autostart.desktop
 gdu-notification-daemon.desktop polkit-gnome-authentication-agent-1.desktop
 gnome-keyring-gpg.desktop pulseaudio.desktop
 gnome-keyring-pkcs11.desktop pulseaudio-kde.desktop
 gnome-keyring-secrets.desktop tracker-miner-fs.desktop
 gnome-keyring-ssh.desktop tracker-store.desktop
 gnome-sound-applet.desktop user-dirs-update-gtk.desktop
 gsettings-data-convert.desktop vmware-user.desktop
 HuaweiAutoStart.desktop

Saya ingin menonaktifkan autostart evolution alarm maka perintahnya

[email protected]:~$ sudo sed --in-place 's/NoDisplay=true/NoDisplay=fales=/g' /etc/xdg/autostart/evolution-alarm-notify.desktop

Saran-saran, untuk menghemat memory dan juga optimasi performa Linux jadi maksimal ada baiknya:

  1. Window Manager
    Gunakan cukup satu saja window manager, apabila tidak terlalu mementingkan penampilan gunakan saja XFCE atau LXDE. Ini biasanya dilakukan oleh pengguna baru senang dengan bermacam Desktop Environment, dan mereka sering menginstall bermacam Desktop Environmen seperti GNOME, KDE, MATE, Trinity, GNOME SHELL, XFCE, LXDE, dan lainnya.Padahal semua itu akan memakan banyak ruang disk dan setiap kali login hanyalah menggunakan satu window manager saja, tidak mungkin menggunakan window manager dua sekaligus. Yang juga bisa memakai cukup banyak memori walaupun sedang tidak digunakan, karena ada beberapa service yang juga ikut aktif.
  2. Aplikasi untuk DE yang tepat
    Setiap aplikasi yang dibuat biasanya memiliki versi yang berbeda-beda dan menyesuaikan dengan Desktop Environment. Maka kita mestinya juga turut memperhatikan ketersediaan aplikasi yang diinginkan untuk bisa digunakan pada Window Manager yang digunakan. Misalnya aplikasi kalkulator untuk desktop gnome gunakan gcalctool dan jangan menggunakan kcalc karena ini untuk desktop KDE. Apabila Anda memaksakan untuk menginstall KCalc di lingkungan GNOME maka secara otomatis core dari desktop KDE juga akan diinstall, dan ini akan membuat linux menjalankan dua desktop environment sekaligus saat menjalankan kalkulator.Kebanyakan aplikasi yang dependen dengan GNOME berawalan huruf G dan untuk KDE berawalan huruf K, namun ini juga tidak menjadi patokan utama, karena linux sudah pintar dia secara otomatis akan memilihkan yang sesuai dengan Desktop Enivornment yang Anda gunakan. Contoh GCompros dan GNumeric untuk lingkungan GNOME, KPDF dan Kanagram untuk lingkungan KDE.
  3. Hapus aplikasi yang sama
    Pada saat menginstall linux secara default kita sudah mendapatkan beberapa aplikasi terinstall seperti aplikasi office. Seringkali pada distro besar menyertakan dua aplikasi office sekaligus yakni OpenOffice dan KOffice, atau OpenOffice dengan LiberOffice. Maka buanglah salah satunya. Begitu juga browser yang biasanya pada distro tertentu telah secara default menginstallkan Firfox atau Icedweal tetapi kita lebih suka dengan Google Chrome atau Chromium. Pilihlah salahsatu saja, kecuali jika Anda adalah seorang web desainer mungkin perlu banyak browser.
  4. Gunakan Linux yang minimalis
    Dalam memilih distro linux, kita perlu memperhatikan seberapa banyak pengguna diwilayah indonesia ini pada umumnya. Dan kita juga perlu mempertimbangkan linux yang sesuai dengan hardware yang ada, kalau Anda masih menggunakan hardware lama maka pilihan tepat adalah distro Puppy atau DSL. Pada Distro Debian juga ada pilihan .iso minimalis
  5. Susun Ulang Directory
    Optimalisasi folder dan direktory juga membantu meningkatkan kinerja sistem linux kita. Cara ini bisa dengan mengindex ulang atau mengkompresi direktori agar lebih kecil sesuai dengan file system yang digunakan dan membuatnya menjadi lebih responsif.Untuk melakukan ini Anda perlu Disk Bootable atau USB Bootable, buka terminal dan login sebagai root. lalu perintah df h atau fdisk l adalah untuk melihat susunan partisi. Ketika ingin mengoptimasi directory pada partisi /dev/sda1 jalankan perintah e2fsck fD /dev/sda1 ulangi lagi untuk partisi yang lainnya. Dan dalam perintah dilinux besar kecilnya huruf dianggap berbeda.
  6. Noatime dan Writeback
    Optimasi ini hanya untuk filesystem ext3 dan reiserfs, edit fstab, harap berhati-hati melakukan ini karena bisa menyebabkan kegagalan sistem. UUID setiap harddisk berbeda, ini hanya contoh dan perhatikan text yang dicetak tebal

     sudo nano /etc/fstab
     UUID=770b6137-4b74-4592-b920-5997a27ee83f / ext3 defaults,data=writeback,noatime,errors=remountro 0 0

    Lanjutkan dengan konfigurasi grub

     sudo nano /boot/grub/menu.lst

    tambahkan rootflags data=writeback
    eksekusi perintah sudo updategrub dan reboot.

  7. Mempercepat Booting
    Selain dari mengurangi aplikasi autostart yang akan mempercepat booting, konfigurasi berikut ini juga akan membantu linux anda menjadi lebih cepat booting. Konfigurasi ini hanya berlaku pada prosesor dual core.

     sudo nano /etc/ini.d/rc

    cari baris CONCURRENCY=none dan ganti baris itu seperti ini CONCURRENCY=shell Concurrency
    Simpan dengan menekan ctrl+w dan ctrl+x untuk keluar, lanjutkan dengan reboot dan rasakan perubahannya.

Untuk pengguna ubuntu bisa juga menggunakan Ubuntu Tweak dan distro yang berbasid deb bisa menggunakan preload.

Penulis: Edi Kartono

Foto Profil dari Edi Kartono
Sedang belajar menggunakan Sistem Operasi Linux Debian dan Ubuntu

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

linux game planeshift

Linux Game PlaneShift 3D Fantasy MMO RPG

Linux Game PlaneShift masuk dalam genre Role Playing Game yang kemudian disingkat ...